icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: angkasapura


Temani Perjalanan Pulang dan Kebersamaan Akhir Tahun, Bluebird Hadirkan Armada EV di Bandara Kualanamu

LensaDaily – Akhir tahun kerap menjadi waktu bagi masyarakat untuk menempuh perjalanan pulang dan berkumpul bersama keluarga. Untuk menemani momen tersebut serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode akhir tahun, Bluebird resmi meluncurkan 25 armada listrik di Medan yang beroperasi langsung dari Bandara Internasional Kualanamu. Langkah ini menegaskan kesiapan Bluebird menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan berkelanjutan bagi pelanggan sejak tiba di bandara. Armada listrik yang diluncurkan terdiri dari layanan taksi Bluebird dengan BYD E6, serta kendaraan listrik Denza yang tersedia untuk layanan premium Goldenbird.Kehadiran armada ini memperluas pilihan layanan bagi pelanggan, sekaligus menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih tenang, khususnya untuk mendukung perjalanan jarak menengah hingga jauh selama musim liburan. Peluncuran ini sekaligus meresmikan Premium Pick Up Point di Bandara Kualanamu sebagai area penjemputan dan tunggu khusus armada EV Bluebird dan layanan premium Goldenbird, termasuk Denza.Acara ini dihadiri oleh Kedar Despande, Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura Aviasi serta Deny Nurhadi, General Manager Bluebird Group Medan, sebagai wujud kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi darat di bandara. Melalui penambahan armada listrik dan kehadiran Premium Pick Up Point, Bluebird memastikan kesiapan operasional untuk mendukung perjalanan akhir tahun lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan di Medan.Diketahui, PT Blue Bird Tbk (BIRD) adalah perusahaan terbuka di bidang transportasi penumpang dan jasa pengangkutan darat yang telah terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia sejak 5 November 2014. Bluebird memiliki 19 anak perusahaan yang tersebar di 21 kota di Indonesia.Jaringan distribusi perusahaan yang ekstensif mencakup lebih dari 600 titik eksklusif di hotel, mal, pusat perbelanjaan, serta berbagai saluran reservasi secara daring. Perluasan aksesibilitas kian diperkuat dengan aplikasi pemesanan MyBluebird yang memiliki puluhan fitur dan beragam metode transaksi untuk mendukung kemudahan dan kenyamanan mobilitas pelanggan.Integrasi bisnis Bluebird terdiri dari 8 pilar utama meliputi layanan taksi reguler, taksi eksekutif, sewa mobil, sewa bus, shuttle antarkota dan antarprovinsi, pelelangan mobil, layanan logistik, serta jual-beli & perawatan kendaraan.(Medan)

19 Desember 2025

Oknum Polisi Aniaya Pegawai Angkasa Pura Ternyata Gangguan Jiwa Sejak 2001, Ini Kata Polda Sumut

LensaDaily - Polda Sumut buka suara penganiayaan yang dilakukan oknum polisi berinisial Brigadir G terhadap seorang pegawai PT Angksa Pura Aviasi, berinisial ALP di depan Mako Polda Sumut. Hasil pemeriksaan medis, Brigadir B ternyata mengidap gangguan kejiwaan berat sejak bercerai dengan istrinya pada 2001.Dokter Spesialis Kejiwaan RS Bhayangkara Kota Medan, dr Superida Sp, KJ menjelaskan bahwa Brigadir G sudah dilakukan observasi kejiwaannya. Sehingga diketahui bahwa anggota Polda Sumut itu, sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak 2001, silam.β€œDia (Brigadir G) mengalami gangguan jiwa berat sejak 2001 dan memerlukan penanganan berkelanjutan,” ucap dr Superida kepada wartawan di Mako Polda Sumut, Kamis sore, 20 November 2025.Dalam observasi kejiwaan Brigadir G mengalami skizofrenia, dengan kategori gangguan jiwa berat. Lanjut, dr Superida mengatakan diketahui bahwa Brigadir G sudah berpisah dengan istri alias cerai."Cuma yang sering dia keluhkan itu, bercerai dengan istrinya. Tapi, potensi dia untuk sembuh kemungkinan ada," jelas Dokter Spesialis Kejiwaan RS Bhayangkara itu.Superida mengatakan bahwa bahwa Brigadir G juga beberapa tahun belakangan ini, menjalani rawat jalan. Namun, kini Brigadir G jalani perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof.Dr.M. Ildrem, Kota Medan."Dia diagnosa skizofrenia, dimana skizofrenia gangguan jiwa berat, yang merupakan ada gangguan perilaku, gangguan daya ingat. Jadi emosinya kurang stabil," jelas dr Superida. Superida mengatakan meski Brigadir G mengalami gangguan jiwa. Namun, selama ini belum ada catatan perilaku dilakukan oknum polisi tersebut. "Pasien skizofrenia masih bisa berbaur dengan masyarakat. Selama ini tidak, ya bersih (dari pidana)," ucapnya.Diberitakan sebelumnya, ALP menjadi korban penganiayaan dilakukan oknum polisi berinisial Brigadir G, di sekitar Mako Polda Sumut, Selasa siang, 18 November 2025, sekitar pukul 12.50 WIB. Peristiwa penganiayaan ini, viral di media sosial.Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan menjelaskan bahwa penganiayaan tersebut, berawal Brigadir G menggunakan sepeda motor berboncengan dengan rekannya, Aiptu D baru keluar dari Mako Polda Sumut, di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. "Begitu mau keluar dari Polda Sumut, kendaraannya ditabrak korban ALP dari belakang. Sama-sama sepeda motor," ungkap Ferry.Korban yang merupakan pegawai Bandara Kualanamu itu, dianiaya Brigadir G menggunakan tangan dan ALP mengalami luka lecet pada lengan kiri, luka robek di sela jempol dan telunjuk, serta memar di bawah mata kiri. Kini, korban sedang menjalani perawat di salah rumah sakit di Kota Medan. "Kemudian, setelah kejadian tersebut, anggota kami yang mengendarai motor inisial G melakukan pemukulan terhadap korban.Kemudian, yang bersangkutan meninggalkan korban dan korban dibantu Aiptu D, dibawa ke Poliklinik Polda Sumut," jelas Ferry. Didampingi oleh Kabiddokkes Polda Sumut, dr Mardi Sudarman, Ferry mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan korban dan niat menanggung seluruh biaya perobatannya."Kita sudah bertemu dengan korban, mau diobati dan dibiayai. Namun, kata korban sudah dibiayai tempat dinasnya. Sehingga beliau menolak," kata Ferry. Ferry mengatakan bahwa Brigadir G ternyata mengalami gangguan kejiwaan skizofrenia dan dia kini menjalani perawatan serta observasi di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.M. Ildrem, Kota Medan."Kebetulan anggota kami, Brigadir G terindikasi gangguan kejiwaan. Sudah cukup lama kami lakukan pengobatan dan yang bersangkutan, belum punya track record menyimpang dan masih dirawat saat ini," kata Ferry.

21 November 2025

Viral Oknum Polisi Aniaya Pegawai Angkasa Pura di Depan Polda Sumut, Disebut Gangguan Jiwa

LensaDaily - Oknum polisi personel Polda Sumut berinisial Brigadir G diduga memukul seorang pengendara sepeda motor di depan Mako Polda Sumut, Selasa siang, 18 November 2025, sekitar pukul 12.50 WIB. Peristiwa penganiayaan ini viral di media sosial.Korban diketahui pegawai PT Angkasa Pura Aviasi, berinisial ALP. Penganiayaan tersebut, berawal Brigadir G menggunakan sepeda motor berboncengan dengan rekannya, Aiptu D baru keluar dari Mako Polda Sumut, di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa siang, 18 November 2025."Begitu mau keluar dari Polda Sumut, kendaraannya ditabrak korban korban ALP dari belakang. Sama-sama sepeda motor," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan kepada wartawan di Mako Polda Sumut, Kamis sore, 20 November 2025.Korban yang merupakan pegawai Bandara Kualanamu itu, dianiaya Brigadir G menggunakan tangan dan ALP mengalami luka dibagian tangan hingga kakinya. Kini, ia sedang menjalani perawat di salah rumah sakit di Kota Medan. "Kemudian, setelah kejadian tersebut, anggota kami yang mengendarai motor inisial G melakukan pemukulan terhadap korban. Kemudian, yang bersangkutan meninggalkan korban dan korban dibantu Aiptu D, dibawa ke Poliklinik Polda Sumut," jelas Ferry. Didampingi oleh Kabiddokkes Polda Sumut, dr Mardi Sudarman dan Dokter RS Bhayangkara Kota, dr Superida Sp, KJ. Lanjut, Ferry mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan korban dan niat menanggung seluruh biaya perobatannya."Kita sudah bertemu dengan korban, mau diobati dan dibiayai. Namun, kata korban sudah dibiayai tempat dinasnya. Sehingga beliau menolak," kata Ferry. Ferry mengatakan bahwa Brigadir G ternyata mengalami gangguan jiwa yakni skizofrenia dan dia kini menjalani perawatan serta observasi di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem, Kota Medan."Kebetulan anggota kami, Brigadir G terindikasi gangguan kejiwaan. Sudah cukup lama kami lakukan pengobatan dan yang bersangkutan belum punya track record menyimpang dan masih dirawat saat ini," kata Ferry.

20 November 2025