icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: gangguanjiwa


Oknum Polisi Aniaya Pegawai Angkasa Pura Ternyata Gangguan Jiwa Sejak 2001, Ini Kata Polda Sumut

LensaDaily - Polda Sumut buka suara penganiayaan yang dilakukan oknum polisi berinisial Brigadir G terhadap seorang pegawai PT Angksa Pura Aviasi, berinisial ALP di depan Mako Polda Sumut. Hasil pemeriksaan medis, Brigadir B ternyata mengidap gangguan kejiwaan berat sejak bercerai dengan istrinya pada 2001.Dokter Spesialis Kejiwaan RS Bhayangkara Kota Medan, dr Superida Sp, KJ menjelaskan bahwa Brigadir G sudah dilakukan observasi kejiwaannya. Sehingga diketahui bahwa anggota Polda Sumut itu, sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak 2001, silam.β€œDia (Brigadir G) mengalami gangguan jiwa berat sejak 2001 dan memerlukan penanganan berkelanjutan,” ucap dr Superida kepada wartawan di Mako Polda Sumut, Kamis sore, 20 November 2025.Dalam observasi kejiwaan Brigadir G mengalami skizofrenia, dengan kategori gangguan jiwa berat. Lanjut, dr Superida mengatakan diketahui bahwa Brigadir G sudah berpisah dengan istri alias cerai."Cuma yang sering dia keluhkan itu, bercerai dengan istrinya. Tapi, potensi dia untuk sembuh kemungkinan ada," jelas Dokter Spesialis Kejiwaan RS Bhayangkara itu.Superida mengatakan bahwa bahwa Brigadir G juga beberapa tahun belakangan ini, menjalani rawat jalan. Namun, kini Brigadir G jalani perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof.Dr.M. Ildrem, Kota Medan."Dia diagnosa skizofrenia, dimana skizofrenia gangguan jiwa berat, yang merupakan ada gangguan perilaku, gangguan daya ingat. Jadi emosinya kurang stabil," jelas dr Superida. Superida mengatakan meski Brigadir G mengalami gangguan jiwa. Namun, selama ini belum ada catatan perilaku dilakukan oknum polisi tersebut. "Pasien skizofrenia masih bisa berbaur dengan masyarakat. Selama ini tidak, ya bersih (dari pidana)," ucapnya.Diberitakan sebelumnya, ALP menjadi korban penganiayaan dilakukan oknum polisi berinisial Brigadir G, di sekitar Mako Polda Sumut, Selasa siang, 18 November 2025, sekitar pukul 12.50 WIB. Peristiwa penganiayaan ini, viral di media sosial.Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan menjelaskan bahwa penganiayaan tersebut, berawal Brigadir G menggunakan sepeda motor berboncengan dengan rekannya, Aiptu D baru keluar dari Mako Polda Sumut, di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. "Begitu mau keluar dari Polda Sumut, kendaraannya ditabrak korban ALP dari belakang. Sama-sama sepeda motor," ungkap Ferry.Korban yang merupakan pegawai Bandara Kualanamu itu, dianiaya Brigadir G menggunakan tangan dan ALP mengalami luka lecet pada lengan kiri, luka robek di sela jempol dan telunjuk, serta memar di bawah mata kiri. Kini, korban sedang menjalani perawat di salah rumah sakit di Kota Medan. "Kemudian, setelah kejadian tersebut, anggota kami yang mengendarai motor inisial G melakukan pemukulan terhadap korban.Kemudian, yang bersangkutan meninggalkan korban dan korban dibantu Aiptu D, dibawa ke Poliklinik Polda Sumut," jelas Ferry. Didampingi oleh Kabiddokkes Polda Sumut, dr Mardi Sudarman, Ferry mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan korban dan niat menanggung seluruh biaya perobatannya."Kita sudah bertemu dengan korban, mau diobati dan dibiayai. Namun, kata korban sudah dibiayai tempat dinasnya. Sehingga beliau menolak," kata Ferry. Ferry mengatakan bahwa Brigadir G ternyata mengalami gangguan kejiwaan skizofrenia dan dia kini menjalani perawatan serta observasi di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.M. Ildrem, Kota Medan."Kebetulan anggota kami, Brigadir G terindikasi gangguan kejiwaan. Sudah cukup lama kami lakukan pengobatan dan yang bersangkutan, belum punya track record menyimpang dan masih dirawat saat ini," kata Ferry.

21 November 2025

Viral Oknum Polisi Aniaya Pegawai Angkasa Pura di Depan Polda Sumut, Disebut Gangguan Jiwa

LensaDaily - Oknum polisi personel Polda Sumut berinisial Brigadir G diduga memukul seorang pengendara sepeda motor di depan Mako Polda Sumut, Selasa siang, 18 November 2025, sekitar pukul 12.50 WIB. Peristiwa penganiayaan ini viral di media sosial.Korban diketahui pegawai PT Angkasa Pura Aviasi, berinisial ALP. Penganiayaan tersebut, berawal Brigadir G menggunakan sepeda motor berboncengan dengan rekannya, Aiptu D baru keluar dari Mako Polda Sumut, di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa siang, 18 November 2025."Begitu mau keluar dari Polda Sumut, kendaraannya ditabrak korban korban ALP dari belakang. Sama-sama sepeda motor," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan kepada wartawan di Mako Polda Sumut, Kamis sore, 20 November 2025.Korban yang merupakan pegawai Bandara Kualanamu itu, dianiaya Brigadir G menggunakan tangan dan ALP mengalami luka dibagian tangan hingga kakinya. Kini, ia sedang menjalani perawat di salah rumah sakit di Kota Medan. "Kemudian, setelah kejadian tersebut, anggota kami yang mengendarai motor inisial G melakukan pemukulan terhadap korban. Kemudian, yang bersangkutan meninggalkan korban dan korban dibantu Aiptu D, dibawa ke Poliklinik Polda Sumut," jelas Ferry. Didampingi oleh Kabiddokkes Polda Sumut, dr Mardi Sudarman dan Dokter RS Bhayangkara Kota, dr Superida Sp, KJ. Lanjut, Ferry mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan korban dan niat menanggung seluruh biaya perobatannya."Kita sudah bertemu dengan korban, mau diobati dan dibiayai. Namun, kata korban sudah dibiayai tempat dinasnya. Sehingga beliau menolak," kata Ferry. Ferry mengatakan bahwa Brigadir G ternyata mengalami gangguan jiwa yakni skizofrenia dan dia kini menjalani perawatan serta observasi di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem, Kota Medan."Kebetulan anggota kami, Brigadir G terindikasi gangguan kejiwaan. Sudah cukup lama kami lakukan pengobatan dan yang bersangkutan belum punya track record menyimpang dan masih dirawat saat ini," kata Ferry.

20 November 2025

Seorang Pria di Medan Tewas Ditikam Adik Kandungnya

LensaDaily - Seorang pria meninggal dunia usai ditikam adik kandungnya sendiri tak jauh dari rumah korban di Jalan Platina 1, Gang Syukur 3, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Korban tewas dengan luka senjata tajam, sedangkan korban kabur melarikan diri.Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi membenarkan peristiwa berdarah itu dan pihaknya sudah olah TKP dan visum korban di RS Bhayangkara. Korban bernama Alham Nasution (56) merenggang nyawa usai ditikam adik kandungnya berinisial AN (53), pada Rabu 23 Juli 2025 malam.Hamzar mengungkapkan pihaknya tengah memburu AN hingga saat ini. Karena, setelah melakukan penikaman melarikan diri."Masih kita lakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku," ungkap Hamzar kepada wartawan, Kamis 24 Juli 2025.Sementara itu, Kepala lingkungan 7 Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Ihsan Putra mengatakan belum mengetahui peristiwa penikaman tersebut. Namun, antara korban dan pelaku sempat cekcok mulut."Saat itu, korban Alham Nasution berteriak minta tolong, lantaran terkena tikaman pisau dibagian rusuk sebelah kiri," kata Ihsan.Selanjutnya, warga sekitar melihat korban terkapar bersimbah darah, langsung mengevakuasi Alham ke rumah sakit terdekat. Karena, mengalami luka tikam serius dan akhirnya meninggal dunia di RS."Dia (pelaku) kabur meninggalkan lokasi kejadian itu," tutur Ihsan. Ihsan mengatakan berdasarkan keterangan warga sekitar, bahwa pelaku mempunyai riwayat gangguan jiwa. Dimana, suka mengamuk dan marah-marah.

25 Juli 2025