LensaDaily - Warga perumahan mewah Grand Polonia Kecamatan Medan Polonia Kota Medan dikejutkan dengan ledakan dahsyat sebuah rumah yang terjadi Senin 20 Juli 2026 sekitar pukul 15.30 WIB sore. Tercatat sejumlah rumah mengalami rusak berat dan penghuni rumah dikabarkan tertimbun reruntuhan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak menyebutkan, menjelaskan bahwa ledakan rumah mewah itu, terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Pihak kepolisian bersama TNI turun ke lokasi ledakan rumah tersebut.
"Terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia, yang disebabkan dari hasil investigasi awal. Sekarang ini, masih berlangsung, hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," sebut Kombes Pol. Calvijn kepada wartawan di lokasi kejadian.
Calvijn mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan deteksi awal dugaan penyebab ledakan besar tersebut, yang diduga kuat berawal gas pipa tanam, yang mengakibatkan sekitar 6 hingga 7 rumah sekitarnya ikut terdampak.
​"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ. Namun demikian. Ini dugaan baru investigasi awal, dan akibat itu, ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," jelas Calvijn.
Calvijn mengungkapkan rumah mewah nomor 3B mengalami rusak berat, dengan jumlah penghuni sekitar 6 orang, yang terjebak dalam reruntuhan bangunan akibat ledakan tersebut. Seorang pria dan bayi berhasil dievakuasi keluar dari rumah tersebut.
​"Saat ini, data yang kami dapatkan, ada 6 orang yang merupakan dan yang tinggal di dalam. Dari enam itu, satu seorang bapak berhasil dievakuasi, kemudian seorang anak balita sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit," sebut Calvijn.
Calvijn mengatakan ada sekitar 4 orang masih terjebak di dalam rumah tersebut. Terdiri seorang wanita atau istri pemilik rumah bersama 3 orang asisten rumah tangga (ART).
"Kemudian yang empatnya lagi, kita berdoa bersama, semoga evakuasi yang kita laksanakan ini membuahkan hasil. Kami mohon doanya," ucap Kapolrestabes Medan itu.
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Polda Sumut, Brimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, TNI dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.***



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini